Selasa, 22 Maret 2016

Tidak Hobi Membaca?! Bersiaplah Jadi Kuper


Asiik tidak, kalo kita ngobrol sama orang yang tidak nyambung bicaranya? Diajak ngomong tentang bisnis, tidak faham. Tentang politik, tidak tertarik. Bicara tentang pendidikan, tidak peduli. Lhaa, terus harus ngobrol apa dong? Jauh dari asik pastinya. Orang Seperti itu bersiaplah menjadi orang yang kuper, kurang pergaulan, karena orang lain merasa malas bicara dengannya.
Berbeda dengan orang yang tahu banyak hal dan berwawasan luas. Dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun, dia akan mudah bergaul. Dia tidak akan takut kehabisan bahan obrolan. Bahkan dia sangat populer dan banyak orang yang ingin berteman dengannya.

Apa yang membedakan si Kuper dan si Populer tersebut? Ternyata hobi merekalah yang berbeda. Si Kuper adalah orang yang malas membaca, sedangkan si Populer adalah orang yang hobi mambaca. Kegemaran membaca tentu bukan berarti kamu jadi si Kutu Buku lho, tapi justruuntuk menambah wawasanmu dalam pergaulan sehari-hari.

Pemerintah Indonesia juga sangat peduli dengan kegiatan membaca ini. Karena menurut data UNESCO, minat membaca di Indonesia masih sangat rendah yaitu 0,01 persen. Ini berarti, hanya satu dari 10 ribu orang yang memiliki kegemaran membaca. Untuk itu Mendikbud mencanangkan program melek literasi, dan tahap berikutnya adalah membuat masyarakat menjadi suka membaca.

"Budaya suka membaca harus ditumbuhkan”, begitu ujar Mendikbud. Untuk itu, dalam upaya penumbuhan budaya membaca untuk anak-anak usia sekolah, Kemendikbud mengaturnya melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Dalam Permendikbud itu, setiap hari sebelum pelajaran dimulai, para peserta didik harus membaca buku selain buku pelajaran selama 15 menit.

Mengapa membaca menjadi begitu penting? Manfaatnya tentu banyak sekali, antara lain:

1.  Otak menjadi aktif dan tajam.
Seorang pakar yang bernama Robert S. Wilson PhD, mengatakan, "Menjadikan membaca buku sebagai hobi sejak dini sangat menunjang untuk kesehatan otak pada saat tua kelak."

2. Menurunkan tingkat stress.
Universitas Sussex telah memiliki hasil penellitiannya dengan menyebutkan bahwa, "Memulai membaca sebuah buku mampu menurunkan tingkat stress yang dialami seseorang."

3. Mencegah penyakit Alzheimer.
Menurut Dr. Robert P. Friedland, seorang ahli saraf klinis dan peneliti gangguan otak yang berhubungan dengan penuaan - mengatakan, "Aktifitas intelektual seperti membaca mampu memperkuat organ otak dari serangan berbagai penyakit yang biasanya mudah menyerang otak."

 4Memberikan Inspirasi.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa sekitar 60% pembaca akan merasa terinspirasi dari bacaan yang mereka baca. Terutama ketika bacaan tersebut mengandung cerita yang menyentuh dan bisa menginspirasi Anda untuk berperilaku lebih baik lagi.

Ada banyak lagi manfaat membaca selain yang telah disebutkan di atas tadi. Karena manfaat membaca begitu banyak dan baik untuk kehidupan kita, mengapa tidak kita mulai dari sekarang?!


Salam Cerdas 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar