Asiik tidak, kalo kita ngobrol sama orang yang tidak nyambung
bicaranya? Diajak ngomong tentang bisnis, tidak faham. Tentang politik, tidak
tertarik. Bicara tentang pendidikan, tidak peduli. Lhaa, terus harus ngobrol
apa dong? Jauh dari asik pastinya. Orang Seperti itu bersiaplah menjadi orang
yang kuper, kurang pergaulan, karena orang lain merasa malas bicara dengannya.
Berbeda dengan orang yang tahu banyak hal dan berwawasan luas.
Dimana pun, kapan pun, dengan siapa pun, dia akan mudah bergaul. Dia tidak akan
takut kehabisan bahan obrolan. Bahkan dia sangat populer dan banyak orang yang ingin berteman dengannya.
Apa yang membedakan si
Kuper dan si Populer tersebut?
Ternyata hobi merekalah yang berbeda. Si Kuper adalah orang yang malas membaca,
sedangkan si Populer adalah orang yang hobi mambaca. Kegemaran membaca tentu
bukan berarti kamu jadi si Kutu Buku lho, tapi justruuntuk menambah wawasanmu
dalam pergaulan sehari-hari.
Pemerintah Indonesia juga sangat peduli dengan kegiatan
membaca ini. Karena menurut data UNESCO, minat membaca di Indonesia masih
sangat rendah yaitu 0,01 persen. Ini berarti, hanya satu dari 10 ribu orang
yang memiliki kegemaran membaca. Untuk itu Mendikbud mencanangkan program melek
literasi, dan tahap berikutnya adalah membuat masyarakat menjadi suka membaca.
"Budaya suka membaca harus ditumbuhkan”, begitu ujar
Mendikbud. Untuk itu, dalam upaya penumbuhan budaya membaca untuk anak-anak
usia sekolah, Kemendikbud mengaturnya melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Dalam Permendikbud itu, setiap hari sebelum pelajaran dimulai, para peserta
didik harus membaca buku selain buku pelajaran selama 15 menit.
Mengapa membaca menjadi begitu penting? Manfaatnya tentu
banyak sekali, antara lain:
1. Otak menjadi aktif dan tajam.
Seorang pakar yang bernama Robert S. Wilson
PhD, mengatakan, "Menjadikan membaca buku sebagai hobi sejak dini sangat
menunjang untuk kesehatan otak pada saat tua kelak."
2. Menurunkan tingkat stress.
Universitas Sussex telah memiliki hasil
penellitiannya dengan menyebutkan bahwa, "Memulai membaca sebuah buku
mampu menurunkan tingkat stress yang dialami seseorang."
3. Mencegah penyakit Alzheimer.
Menurut Dr. Robert P. Friedland, seorang ahli
saraf klinis dan peneliti gangguan otak yang berhubungan dengan penuaan -
mengatakan, "Aktifitas intelektual seperti membaca mampu memperkuat organ
otak dari serangan berbagai penyakit yang biasanya mudah menyerang otak."
4. Memberikan Inspirasi.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris
menunjukkan bahwa sekitar 60% pembaca akan merasa terinspirasi dari bacaan yang
mereka baca. Terutama ketika bacaan tersebut mengandung cerita yang menyentuh
dan bisa menginspirasi Anda untuk berperilaku lebih baik lagi.
Ada banyak lagi manfaat membaca selain yang
telah disebutkan di atas tadi. Karena manfaat membaca begitu banyak dan baik
untuk kehidupan kita, mengapa tidak kita mulai dari sekarang?!
Salam Cerdas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar