Sabtu, 11 Oktober 2014

Tujuh Hukum Alam Semesta


>>Belajar dari Tujuh Hukum Alam Semesta
Alam semesta ternyata banyak memberikan kita pembelajaran. Mencermati
pola-pola dan hukum yang terjadi di alam ini, membuat kita dapat
mengambil makna kehidupan yang penting untuk pengembangan diri kita
sendiri maupun orang lain. Tidak heran jika sekarang banyak berkembang
ilmu-ilmu baru yang semuanya bermuara pada back to basic, back to
nature, back to the essentials.

Berikut ini Tujuh Hukum Alam Semesta yang penting untuk kita ketahui,
disarikan dari salah satu bab dari buku /The Eureka Principle /karangan
Colin Turner (pengarang buku bestseller Born to Succeed)

1. Hukum Sebab dan Akibat

Hukum ini merupakan hukum kehidupan yang fundamental. Segala sesuatu
yang terjadi pada diri kita memiliki sebab khusus. Pemikiran adalah
sebab, dan kondisi adalah akibatnya. Maka apapun pemikiran yang Anda
tebarkan akan berkulminasi pada suatu tindakan yang menimbulkan akibat.
Inilah padanan mental dari hukum fisika Newton bahwa “setiap aksi akan
menimbulkan reaksi yang sebanding dan berkebalikan”, dan hukum ini
berlaku dengan prinsip yang sama.

Karena hukum alam tidak bisa dipastikan, maka penting bagi Anda untuk
mengingat apa yang Anda inginkan dan bukan apa yang tidak Anda inginkan.
Kualitas berbagai hubungan, misalnya, merupakan hasil dari apa yang
telah Anda tebarkan dalam hubungan-hubungan tersebut.

2. Hukum Daya Tarik

Apa yang secara dominan Anda pikirkan akan menarik orang-orang dan
lingkungan yang harmonis dengan pikiran-pikiran itu ke dalam kehidupan
(seperti yang dikatakan dalam Law of Attraction). Secara metafisik,
makin besar vibrasi yang Anda keluarkan, makin besar daya tariknya.
Proses ini mirip dengan Hukum Resonansi.

Anda selalu menarik semua hal yang Anda pikirkan, baik itu positif
maupun negatif. Akal sehat senantiasa mengatakan apa yang sebaiknya Anda
kerjakan, meskipun seringkali terdapat kesepakatan yang mencegah Anda
untuk melakukannya.

3. Hukum Kreativitas

Di luar dua energi interaktif, yin dan yang, jantan dan betina, muncul
energi yang ketiga. Terdapat pasokan ide yang melimpah ruah, yang siap
untuk Anda ubah, dan seluruhnya secara dramatis akan mengembangkan
potensi, kebahagiaan, dan sukses Anda. Segala hal yang tercipta di dunia
ini adalah hasil interaksi kedua energi yang saling bertentangan, tapi
saling melengkapi.Keduanya berada dalam diri kita, tapi hanya akan
efektif jika dimanfaatkan dan diseimbangkan.

4. Hukum Substitusi 

Anda tidak bisa sekadar berhenti melakukan sesuatu. Keinginan kuat atau
ketetapan hati sebesar apapun tidak akan tahan dengan kekosongan atau
kevakuman yang terjadi terus- menerus. Untuk menghentikan suatu
kebiasaan atau sikap, Anda mesti mencari penggantinya. Gantikan
pemikiran tentang apa yang tidak Anda inginkan dengan pemikiran tentang
apa yang Anda inginkan. Tidak ada sesuatu yang bisa menghilang sama
sekali: sesuatu tersebut harus digantikan atau disalurkan ulang dengan
substitusi.

5. Hukum Pelayanan

Berhentilah melayani orang lain dengan cara yang sebenarnya tidak Anda
inginkan, karena imbalan yang Anda peroleh akan selalu sama dengan
pelayanan Anda. Memberi perlakuan kepada orang lain di balik meja dengan
cara yang sama dengan di depan meja, pada akhirnya akan berlangsung
dengan prinsip yang sama. Anda akan selalu diimbali dengan proporsi yang
persis sama dengan nilai dari layanan Anda kepada orang lain.

6. Hukum Penggunaan

Kekuatan alami apapun, bakat atau talenta, akan mengalami kemandekan
jika tidak digunakan. Sebaliknya, akan menjadi semakin kuat jika makin
sering dimanfaatkan.

Ilustrasi yang sangat baik digambarkan dalam kisah seorang tua yang
memperlihatkan kepada Rossetti -si pelukis terkenal- beberapa lukisan
yang baru saja dibuatnya pada masa pensiun. Rossetti dengan sopan
menjawab bahwa lukisan-lukisan itu biasa-biasa saja. Si lelaki tua
kemudian memperlihatkan beberapa lukisan lain yang dibuat oleh seseorang
yang lebih muda. Rossetti langsung memuji dan mengatakan bahwa di
pelukis ini tentu sangat berbakat. Melihat orang tua itu memperlihatkan
gejolak emosi, Rossetti pun bertanya apakah yang melukis itu anaknya.
“Bukan. Itu lukisan saya sendiri sewaktu muda. Tapi saya tergoda untuk
melakukan hal yang lain dan melupakan bakat melukis saya”, jawab si
lelaki tua.

Bakat si lelaki tua telah melenyap. Manfaatkanlah, atau Anda akan
kehilangan kekuatan alami itu.

7. Hukum Tujuh

Urut-urutan kejadian berjalan mengikuti Hukum Tujuh atau Hukum Oktaf.
Saat not atau nada dasar dimainkan, setiap not diulang bunyinya beberapa
kali dan kemudian menghilang intensitasnya. Hukum Tujuh berarti bahwa
tidak ada kekuatan yang terus-menerus bekerja dengan arah yang sama.
Setiap kekuatan bekerja dalam kurun waktu tertentu, kemudian menghilang
intensitasnya, lalu berubah arah atau mengalami perubahan internal.

Tidak satu pun di alam ini yang berkembang mengikuti garis yang lurus.
Dan demikian pula dengan kehidupan Anda. Tapi setelah Anda bisa
menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip i tu, Anda mengalir mengikuti
arusnya, bukannya berlawanan.

Hukum Tujuh memperlihatkan bahwa tak ada satu pun kekuatan yang cuma
berkembang ke satu arah, dan bahwa energi terus berkembang bahkan di
tengah rintangan dan interval. Sebagaimana oktaf, segala sesuatu dalam
kehidupan ini berjalan dengan vibrasi. Tanpa vibrasi takkan ada gerakan,
dan dengan demikian tak ada aktivitas yang bisa berjalan dengan cara apa
pun juga.

Nah, saatnya kita memanfaatkan keinginan, potensi, bakat dan talenta
diri kita untuk mencapai hidup yang sepenuhnya… dengan belajar dari
hukum dan prinsip-prinsip yang sudah diajarkan sendiri oleh alam semesta
ini.

 sumber :
 <http://www.inspiratio.web.id/?p=328


Never Give Up


Jumat, 10 Oktober 2014

MEMBUAT KALIMAT TANYA DALAM BAHASA INGGRIS


Membuat Kalimat dan Kata Tanya Bahasa inggris,  tidak jauh beda dengan bahasa Indonesia, kata tanya yang digunakan biasanya berkaitan dengan siapa, apa, bagaimana, apa, kapan dan dimana. dalam membuat kalimat tanya bahasa inggris ada beberapa rumus umum yang dapat anda gunakan, disini akan sedikit dijelaskan mengenai ketentuan yang berlaku.
 Dalam Question words ada dua jenis kalimat, yaitu :

A.   KALIMAT TERBUKA yaitu kalimat tanya yang membutuhkan jawaban secara jelas. Biasanya kata tanya itu diawali dengan 5W+1H
  • WHO =  siapa
  • WHAT =  apa
  • WHERE = dimana
  • WHEN = kapan
  • WHY =   mengapa
  • HOW =  Bagaimana
Seperti halnya dalam membuat kalimat Positif, maka dalam membuat kalimat tanya kita juga harus memperhatikan apakah itu Kalimat Verbal atau Kalimat Nominal.
Contoh Kalimat Verbal :
1.     Why do you say like that? (mengapa kamu berkata seperti itu?)
2.    Where are you going tomorrow? (kemana kamu akan pergi besok?)
3.    What did you do yesterday? (apa yang kamu lakukan kemarin?)
Contoh Kalimat Nominal :
1.     Who are you? (Siapakah kamu)
2.    What is your name? (siapakah namamu?)
3.    Where is your mother ? (dimanakah ibumu?)

B.    KALIMAT TERTUTUP yaitu kalimat tanya yang hanya membutuhkan jawaban “Iya” atau “Tidak”.


Contoh Kalimat Verbal :
1.     Do you understand what I mean ? (apakah kamu mengerti maksudku?)
2.    Does she know that I love her so much? (apakah dia tahu bahwa aku sangat mencintainya?)
3.    Do you need something? (Apakah kamu perlu sesuatu?)
Ketiga kalimat tanya tersebut dapat di jawab hanya dengan Yes, I do atau No, I don’t/No, she doesn’t.
Contoh Kalimat Nominal :
1.     Are, you okay? (apakah kamu baik-baik saja?)
2.    Is she a teacher? (apakah dia seorang guru?)
3.    Are you hungry? (apakah kamu lapar?)
Ketiga kalimat tanya tersebut dapat di jawab hanya dengan Yes, I’m/ Yes, she is atau No, She isn’t.
Sehingga bisa di simpulkan bahwa dalam membuat kalimat tanya, jika itu kalimat tanya verbal, maka haruslah menggunakan kata bantu “do/does/did”. Sedangkan untuk kalimat tanya nominal dengan menggunakan kata bantu “am/is/are/was/were”.
>> Salam Cerdas RCFE