foto: Indonesia Kaya
Tahukah kamu bahwa 400 tahun yang lalu, ada Seorang Dewi
yang jatuh hati pada alunan musik Angklung?
Syahdan, pada zaman dahulu, Kampung Cipining, Bogor, hampir dilanda
bencana kelaparan akibat tanaman padinya tidak tumbuh dengan baik. Penduduk
meyakini bahwa musibah tersebut terjadi akibat kemarahan Dewi Sri, yang
bersemayam di angkasa, sedang murung karena kurang mendapat hiburan dan murka
kepada penduduk. Kemudian penduduk desa melakukan berbagai usaha untuk
mengundang Sang Dewi untuk turun ke bumi dan memberikan berkahnya bagi
kesuburan tanaman padi. Salah seorang penduduk yang bernama Muchtar mengajak penduduk
untuk memainkan kesenian angklung. Ternyata Dewi Padi, Nyai Sri Pohaci, luluh hatinya saat mendengarkan simfoni indah itu.
Sang Dewi pun Ngagubrag Hatena
(jatuh hatinya) dan mau memberkati tanaman padi yang hampir mati
kekeringan menjadi tumbuh subur. Karena itulah, hingga sekarang permainan angklung
tersebut dinamakan Angklung Gubrag.
Selalu dimainkan pada upacara seren taun, yaitu upacara besar besaran pada
akhir tahun panen, sehingga tradisi ini mampu bertahan selama 4 abad. Sedangkan
peninggalannya saat ini tersimpan di Museum Sri Baduga Maharaja, Bandung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar