Sejak
membuka mata sampai menjelang tidur, boleh dikatakan aktivitas kehidupan kita
selalu bersentuhan dengan internet, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Terlebih pada anak-anak sekolah dan mahasiswa, hampir seluruh tugas sekolahnya
berkaitan dengan penggunaan internet.
Sesungguhnya
memang banyak hal positif dan kemudahan yang bisa kita peroleh dengan akses
internet, segala hal pasti ada jawabannya di sana. Tapi dari kemudahan tersebut
kita harus waspada bahwa ada dampak negatif dari penggunaan internet yang
berlebihan, hal ini dapat menyebabkan kecanduan internet (Internet Addiction).
Apa sih yang dimaksud dengan kecanduan internet?!
Kecanduan
internet adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu
yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol
penggunaanya saat online. Nah, jika anda termasuk dalam kategori ini,
waspadalah karena banyak dampak negatif yang terjadi.
Dampak
negatif yang dapat terjadi karena kecanduan internet telah banyak dilakukan
oleh para peneliti, antara lain adalah :
1.
Berkurangnya kemampuan anak-anak dan kalangan
dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh, karena
terjadinya pengurangan interaksi face to
face. (Aric Sigman, The Biologist)
2.
Membentuk individu menjadi pribadi
introvert/tertutup (Athari 2004, Prihati 2010).
3.
Memiliki kepribadian sensitive, waspada dan lebih
menyukai aktifitas sendiri (Young 1998).
4.
Individu melakukan penarikan diri dari pergaulan,
mudah terlihat kelelahan dan dapat depresi akut (Jerard j. Block, 2008, The
American Journal of Psychiatry).
5.
Penelitian dari China yang melibatkan ahli saraf
dan radiologi mengemukakan bahwa bagi pengguna internet selama 8 – 13 jam
sehari dan 6 hari dalam seminggu, maka bagian-bagian cortex otaknya akan
mengalami pengecilan atau perubahan struktur.
6.
Dapat terjadi gangguan kejiwaan (Truman
Show Delusion) yakni individu merasa selalu dimata-matai, berbicara
sendiri menyangkut dunia maya dan pikirannya selalu tenggelam dalam dunia maya
(DR. Joel Gold, New York University).
7.
Jika harus terlepas dari aktivitas online/akses
internet akan muncul reaksi penolakan dan kecemasan (Susan Moeler, Univ. of
Maryland)
Dari berbagai dampak yang telah diuraikan di atas, alangkah
baiknya sejak saat ini kita mulai waspada, apakah saat ini diri kita maupun
orang-orang tersayang di sekeliling kita sudah mengalami kecanduan internet
atau belum? Jika belum, tentu lebih mudah untuk mengatur pola pemakaian
internet selanjutnya. Sedangkan jika sudah masuk kategori kecanduan internet
tentunya harus diambil langkah secepatnya untuk mengatasi hal tersebut sebelum
berlarut-larut. Antara lain adalah melakukan konseling psikologi pada ahli
psikologi dan membantunya agar bisa segera lepas dari kecanduan internet. Semua
memang tak bisa berlangsung dengan cepat, karena proses terjadinya pun tidak
langsung begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar