Senin, 24 November 2014

Kecanduan Internet?! Berbahayakah ?!


Sejak membuka mata sampai menjelang tidur, boleh dikatakan aktivitas kehidupan kita selalu bersentuhan dengan internet, baik secara langsung maupun tidak langsung. Terlebih pada anak-anak sekolah dan mahasiswa, hampir seluruh tugas sekolahnya berkaitan dengan penggunaan internet.
Sesungguhnya memang banyak hal positif dan kemudahan yang bisa kita peroleh dengan akses internet, segala hal pasti ada jawabannya di sana. Tapi dari kemudahan tersebut kita harus waspada bahwa ada dampak negatif dari penggunaan internet yang berlebihan, hal ini dapat menyebabkan kecanduan internet (Internet Addiction). Apa sih yang dimaksud dengan kecanduan internet?!
Kecanduan internet adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaanya saat online. Nah, jika anda termasuk dalam kategori ini, waspadalah karena banyak dampak negatif yang terjadi.
Dampak negatif yang dapat terjadi karena kecanduan internet telah banyak dilakukan oleh para peneliti, antara lain adalah :
1.     Berkurangnya kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh, karena terjadinya pengurangan interaksi face to face. (Aric Sigman, The Biologist)
2.    Membentuk individu menjadi pribadi introvert/tertutup (Athari 2004, Prihati 2010).
3.    Memiliki kepribadian sensitive, waspada dan lebih menyukai aktifitas sendiri (Young 1998).
4.    Individu melakukan penarikan diri dari pergaulan, mudah terlihat kelelahan dan dapat depresi akut (Jerard j. Block, 2008, The American Journal of Psychiatry).
5.    Penelitian dari China yang melibatkan ahli saraf dan radiologi mengemukakan bahwa bagi pengguna internet selama 8 – 13 jam sehari dan 6 hari dalam seminggu, maka bagian-bagian cortex otaknya akan mengalami pengecilan atau perubahan struktur.
6.    Dapat terjadi gangguan kejiwaan (Truman Show Delusion) yakni individu merasa selalu dimata-matai, berbicara sendiri menyangkut dunia maya dan pikirannya selalu tenggelam dalam dunia maya (DR. Joel Gold, New York University).
7.    Jika harus terlepas dari aktivitas online/akses internet akan muncul reaksi penolakan dan kecemasan (Susan Moeler, Univ. of Maryland)

Dari berbagai dampak yang telah diuraikan di atas, alangkah baiknya sejak saat ini kita mulai waspada, apakah saat ini diri kita maupun orang-orang tersayang di sekeliling kita sudah mengalami kecanduan internet atau belum? Jika belum, tentu lebih mudah untuk mengatur pola pemakaian internet selanjutnya. Sedangkan jika sudah masuk kategori kecanduan internet tentunya harus diambil langkah secepatnya untuk mengatasi hal tersebut sebelum berlarut-larut. Antara lain adalah melakukan konseling psikologi pada ahli psikologi dan membantunya agar bisa segera lepas dari kecanduan internet. Semua memang tak bisa berlangsung dengan cepat, karena proses terjadinya pun tidak langsung begitu saja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar